7 Perbedaan Rematik dan Asam Urat yang Wajib Anda Ketahui!

Bagikan

Perbedaan rematik dan asam urat sering kali sulit dikenali karena keduanya sama-sama dapat menyebabkan nyeri, pembengkakan dan kekakuan pada sendi. Meski memiliki gejala yang sama, kedua kondisi ini sebenarnya mempunya penyebab dan karakteristik yang berbeda.

Rematik merupakan istilah umum untuk berbagai gangguan pada sendi dan jaringan. Namun, dalam hal ini, rematik merujuk pada rheumatoid arthritis atau artritis reumatoid, yaitu penyakit autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh.

Sementara itu, asam urat adalah zat alami yang terbentuk ketika tubuh memecah purin. Jika kadar asam urat terlalu tinggi, kristal urat dapat menumpuk di persendian sehingga memicu penyakit gout.

Memahami perbedaan keduanya penting agar gejala dapat dikenali dan ditangani secara tepat.

Baca Juga Mengatasi Rematik pada Remaja: Tips dan Cara Alami yang Efektif

Perbedaan Rematik dan Asam Urat

Memahami perbedaan rematik dan asam urat penting karena kedua penyakit ini memiliki penyebab gejala, hingga cara penanganan yang berbeda. Meskipun sama-sama menyerang persendian, karakteristik keduanya dapat dikenali melalui 7 perbedaan berikut.

1. Perbedaan Penyebab

perbedaan rematik dan asam urat

Rematik atau artritis reumatoid merupakan penyakit autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh keliru menyerang lapisan pelindung sendi. Kondisi ini menyebabkan peradangan yang dapat merusak jaringan sendi apabila tidak ditangani dengan tepat.

Sementara itu, gout terjadi akibat penumpukan kristal urat di dalam atau sekitar persendian. Kristal tersebut terbentuk ketika kadar asam urat dalam tubuh meningkat dan memicu reaksi peradangan yang menyebabkan nyeri.

2. Perbedaan Lokasi Nyeri

lokasi nyeri sendi

Artritis reumatoid umumnya menyerang sendi kecil, seperti jari tangan, pergelangan tangan dan kaki. Keluhan ini sering muncul secara simetris, yaitu pada sendi yang sama di kedua sisi tubuh.

Berbeda dengan rematik, gout lebih sering menyerang satu sendi terlebih dahulu, terutama pangkal bu jari kaki. Namun, nyeri akibat gout dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut dan persendian lainnya.

3. Perbedaan Gejala yang Muncul

gejala yang muncul

Gejala rematik biasanya berupa nyeri, pembengkakan dan kekakuan sendi yang berlangsung berulang atau menetap. Sebagian penderita juga mengalami kelelahan dan kesulitan menggerakkan sendi, terutama setelah beristirahat.

Sementara itu, gout sering ditandai dengan nyeri sendi yang muncul secara tiba-tiba dan terasa sangat hebat. Bagian sendi yang terkena dapat mengalami pembengkakan, kemerahan, terasa panas dan jadi sensitif terhadap sentuhan.

4. Perbedaan Waktu dan Pola Kekambuhan

perbedaan waktu asam urat

Pada artritis reumatoid, keluhan dapat berlangsung dalam waktu lama dengan periode gejala memburuk dan mereda. Kekakuan sendi juga sering terasa jelas saat pagi hari.

Sebaliknya, serangan gout biasanya muncul secara mendadak, termasuk pada malam hari. Nyeri dapat mencapai intensitas tinggi dalam beberapa jam, kemudian berangsur membaik. Meski demikian, serangan dapat kembali terjadi pada setiap penderita.

5. Perbedaan Faktor Risiko

risiko yang terjadi asam urat dan rematik

Risiko rematik dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti riwayat keluarga, kebiasaan merokok, faktor genetik dan perubahan sistem kekebalan tubuh. Penyakit ini juga lebih sering ditemukan pada wanita dibandingkan pria.

Sementara itu, risiko gout berkaitan dengan tingginya kadar asam urat, gangguan fungsi ginjal, faktor keturunan, konsumsi alkohol, serta penggunaan obat tertentu. Makanan tinggi purin juga dapat meningkatkan risiko, tetapi bukan satu-satunya penyebab penyakit asam urat.

6. Perbedaan Pemeriksaan Diagnosis

kondisi kesehatan tertentu

Diagnosis rematik dilakukan melalui pemeriksaan fisik, riwayat gejala, serta tes darah seperti faktor reumatoid (RF) dan anti-CCP. Dokter juga dapat menyarankan pemeriksaan pencitraan untuk melihat kondisi persendian.

Untuk gout dapat diperiksa melalui gejala, tes kadar asam urat darah dan analisis cairan sendi untuk mendeteksi kristal urat. Perlu diketahui bahawa hasil pemeriksaan kadar asam urat saja tidak cukup untuk memastikan diagnosis gout.

7. Perbedaan Penanganan

efek obat jadi pegal linu

Penanganan rematik bertujuan mengendalikan peradangan, mengurangi keluhan dan mencegah kerusakan sendi. Dokter biasanya meresepkan obat khusus, seperti disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs), sesuai kondisi pasien.

Sementara itu, penanganan gout berfokus pada meredakan serangan nyeri dan mengendalikan kadar asam urat untuk mencegah kekambuhan. Pengobatan dapat melibatkan obat antiperedangan dan terapi penurun kadar urat jika diperlukan.

Keduanya membutuhkan diagnosis serta penanganan medis yang tepat, bukan hanya mengandalkan obat pereda nyeri.

Itulah perbedaan rematik dan asam urat menurut niams.nih.gov dan nice.org.uk

Apakah Rematik dan Asam Urat Bisa Terjadi Bersamaan?

Perbedaan rematik dan asam urat dapat terjadi secara bersamaan karena seseorang mungkin mengalami lebih dari satu penyakit yang menyerang persendian. Namun, memiliki artritis reumatoid tidak otomatis berarti seseorang juga mengalami gout.

Meskipun keduanya menyebabkan nyeri sendi, gejala tersebut tidak cukup untuk memastikan penyebabnya. Lokasi nyeri juga tidak selalu menjadi penentu bahawa seseorang mengalami penyakit asam urat.

Oleh karena itu, pemeriksaan dokter diperlukan untuk membedakan kondisi tersebut. Diagnosis yang tepat dapat membantu sesuai penyebabnya serta mengurangi risiko kerusakan sendi karena obat yang tidak sesuai.

Cara Mengatasi dan pencegahan dari Perbedaan Rematik dan Asam Urat dengan Tepat?

etawalin variasi

Mencegah dari perbedaan rematik dan asam urat dapat dimulai dengan menjaga pola makan, memenuhi kebutuhan nutrisi, serta rutin melakukan aktivitas fisik. Pilih makanan bergizi yang seimbang dan batasi makanan tinggi purin, terutama bagi penderita asam urat.

Untuk melengkapi asupan nutrisi harian, susu etawalin hadir dengan perpaduan susu kambing dan rempah-rempah tradisional berkualitas, seperti jahe, kayu manis, temulawak, daun salam dan sereh. Konsumsi bagian dari pola hidup sehat untuk mendukung kesehatan tulang dan sendi.

Kapan Masalah ini Harus Diperiksakan ke Dokter?

Nyeri sendi sebaiknya jangan diabaikan, terutama jika keluhan semakin memburuk. Segera konsultasikan ke Dokter apabila mengalami beberapa kondisi berikut:

  • Nyeri disertai pembengkakan yang semakin parah.
  • Kekakuan sendi berulang hingga menghambat aktivitas.
  • Sendi mendadak terasa sangat nyeri, merah dan panas.
  • Nyeri disertai demam atau tubuh terasa tidak sehat.

Sendi yang tiba-tiba merah, panas dan sangat nyeri memerlukan pemeriksaan segera, terutama jika disertai demam. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda infeksi sendi yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.

Itulah yang memang harus diwaspadai dari perbedaan rematik dan asam urat yang harus di ketahui.

Kesimpulan

Perbedaan rematik dan asam urat terletak pada penyebab, pola nyeri, lokasi sendi, faktor risiko, pemeriksaan hingga penanganan. rematik merupakan penyakit autoimun, sedangkan asam urat akibat dari penumpukan kristal urat pada persendian.

Untuk menjaga kesehatan tulang dan sendi, penting meneraptkan pola hidup sehat, rutin olahraga serta memenuhi kebutuhan nutrisi harian. Sebagai pelengkapnya, Susu etawalin dapat menjadi pilihan untuk mendukung pemeliharaan kesehatan tulang dan sendi. Namun, Etawalin bukan pengganti pengobatan rematik maupun asam urat. Jika nyeri sendi berulang, konsultasikan kepada Dokter. Memang penting untuk kita harus lebih care dan paham dari perbedaan rematik dan asam urat, jangan sampai terlambat.

Bagikan